• Beranda
  • Berita
  • Artikel
  • Profil
  • Dokumen
  1. Home
  2. Berita
  3. Kisah Inspiratif Disabilitas dari Rembon, Yulianti Menembus Keterbatasan untuk Mandiri

Kisah Inspiratif Disabilitas dari Rembon, Yulianti Menembus Keterbatasan untuk Mandiri

Share:
443 views
25 January 2025

Dia Yulianti, seorang disabilitas dengan keterbatasan fisik, tangan dan kaki. Dia tinggal bersama neneknya yang sakit lumpuh di Lembang Limbong kecamatan Rembon. Anak ke 4 dari 5 bersaudara, ia lahir 15 Juli 2000  silam, ayahnya sudah lama meninggal. Hebatnya ia bisa membaca sekalipun ia tak pernah sekolah. Dia hanya diajar dulu oleh guru khusus disabilitas untuk bisa baca, tulis dan berhitung.

Kepada tutunganbia.com, Yulianti menuturkan kisahnya. Menjalani hidup dengan keterbatasan tak jadi penghalang untuk meraih asa masa depannya. Dia ternyata tak hanya merawat neneknya yang sakit, ia bisa masak bahkan memelihara ternak babi  serta berbagai aktifitas lain, layaknya tak punya keterbatasan. "Saya punya keinginanan untuk membahagiakan nenek, saya merasa  punya hutang budi, karena nenek telah membesarkan saya," katanya. 

Pengabdiannya tak ada ubahnya dengan sesamanya yang normal, keterbatasannya tak menyurutkan langkah hidupnya untuk meraih masa depannya. Yulianti pun tak mau kalah, dia mau dan ingin mandiri. Dia punya usaha, bisnis online jualan alat kecantikan. Meski ia menjalani dengan berbagai tantangan, termasuk keraguan bahkan tak jarang dia mendapatkan bullyan dan perlakuan tak pantas, tetapi semangatnya tak surut. Ia justru semakin tegar untuk meraih harapan di masa depan.

Yuliati dalam aktivitas keseharian (sumber : Fred)

Yuliati adalah salah seorang disabilitas yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Ia tergabung pada DPC Tana Toraja Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia. 

 

Pewarta : Fred

Redaksi 2
Editor : Redaksi 2

Berita Terpopuler

Eltuin

MEWUJUDKAN ECCLESIA DOMESTICA (Laporan dari Sidang MPL...

Eltuin

Adakan Pembinaan Pegawai se-Klasis Makassar Tengah, BPK...

Redaksi 2

70 Peserta Dinyatakan Lulus Tes Calon Proponen Gereja T...


Berita Lainnya

Rabu, 26 Maret 2025

Ketua Umum Panitia HUT ke-78 Gereja Toraja, William P. Sabandar: Hutan Toraja Me...

Pelaksanaan Ibadah Raya I sebagai rangkaian pembukaan perayaan Ulang Tahun ke-78 Gereja Toraja tahun 2025 berlangsung di Hutan Buntu Talling, Mengkendek, Tana Toraja. Ibadah raya dipimpin oleh Pdt. Robert Patannang Borrong, PhD, Ketua Majelis Pertimbangan Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB). Bertolak dari bacaan Mazmur 104:30, pendeta Robert yang juga seorang penulis buku berjudul "Etika Bumi Baru" mengulas banyak hal sekaitan dengan upaya merawat bumi. 

Pemilihan hutan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sejalan dengan komitmen ketua umum panitia, William P. Sabandar, M.Eng.Sc., Ph.D. yang punya rekam jejak yang cukup panjang dalam bidang lingkungan. Ia sangat mengucap syukur kegiatan ibadah pembukaan berjalan dengan lancar dan berharap warga Gereja Toraja secara serius turut dalam upaya memelihara bumi sebagai rumah bersama. 

“Toraja ini harus dibangun dengan sebuah pendekatan yang unik. Dari sekitar 200 ribu hektar luas wilayah Tana Toraja, sekitar 100 ribu hektar lebih yang menjadi kawasan hutan, 80 hektar di antaranya adalah hutan lindung. Sementara di Toraja Utara 50 persen adalah hutan lindung. Artinya mayoritas hutan di Toraja tidak bisa ditebang karena 84 persen adalah hutan lindung. Ini merupakan hutan yang disiapkan sebagai penjaga bagi daerah yang lain. Kita kecil, tapi keberlangsungan ekosistem lingkungan di tanah Sulawesi ini sangat bergantung pada bagaimana orang Toraja merawat hutannya,” ungkap William dalam sambutannya.  

William juga mengajak seluruh pihak melibatkan diri dalam upaya menjaga hutan. Jika perlu melibatkan seluruh penjuru nusantara dan komunitas internasional. Isu hutan merupakan isu internasional. Hutan adalah salah satu aset paling berharga di dunia. Di depan kamera, ia menyampaikan ajakan dalam bahasa Inggris.

My fellow, my friends the global community. I'm standing here with the community of Toraja Church with the government, with the people of Toraja.  We would like to invite you to come to Toraja to be part of the effort to preserve to protect and sustain the forest of Toraja. We would like to be part of the effort of the global community to save the world. Please come, please enjoy and please be part of this initiative. 

Keberadaan hutan Toraja menjadi sangat penting karena luas kawasan hutan lindung yang sangat besar. Seperti diketahui, dari sekitar 120 juta hektar hutan di Indonesia hanya 25 persen yang merupakan hutan lindung. 

Baca juga Gereja Toraja Rayakan HUT ke-78 di Hutan, Bupati Tana Toraja: Keren

Kamis, 06 Maret 2025

LOWONGAN UNTUK MENJADI CAMPAIGN AND ADVOCACY STAFF

Kepada seluruh warga Gereja Toraja,

Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat (YMPM) Kondoran membutuhkan tenaga staf untuk dikontrak pada program Rural Youth Climate Action Movement For Cool Farming in Indonesia (RYCAM) dengan Posisi Campaign and advocacy Staff. BPS Gereja Toraja selaku Pembina YMPM mengundang warga Gereja Toraja yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Formasi, kualifikasi yang dibutuhkan, serta syarat dan ketentuan dapat dibaca dalam lampiran lowongan  

Batas akhir pengiriman berkas selambat-lambatnya 15 Maret 2025. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Manajer Program Motivator, Sdr. Tandu Ramba pada nomor 081343604500.

Rabu, 26 Maret 2025

Gereja Toraja Rayakan HUT ke-78 di Hutan, Bupati Tana Toraja: Keren

Merawat Bumi, Rumah Bersama yang didasarkan pada Mazmur 104:30 dipilih menjadi tema perayaan Ulang Tahun ke-78 Gereja Toraja tahun 2025. Mengambil tempat di Hutan Buntu Talling, Mengkendek, Tana Toraja, perayaan HUT (25/3) berjalan dengan lancar. Perayaan ini sebagai Ibadah Raya I (Pembukaan) rangkaian acara hari ulang tahun.  

Hadir dr. Zadrak Tombeg, Sp.A, selaku Bupati Kabupaten Tana Toraja. Dalam sambutannya, Zadrak menyampaikan apresiasi kepada Sinode Gereja Toraja yang mengadakan kegiatan ibadah raya ini di salah satu hutan di wilayah Tana Toraja. Bahkan, Zadrak mengatakan, hanya satu kata untuk kegiatan ini “keren”. Baginya kegiatan ini unik karena ibadah dilaksanakan di tengah hutan. 

“Toraja sedang mengkampanyekan perang terhadap sampah. Dalam waktu dekat Tana Toraja akan punya mesin pemilah sampah. Selain pendidikan dan kesehatan, masalah sampah harus menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian serius,” ungkapnya di tengah-tengah ratusan peserta ibadah.  

Zadrak yang hadir bersama wakilnya, Erianto Laso’ Paundanan, M.H., juga mensosialisasikan sebuah tagline yang diusung Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, “Tana Toraja Masero (bersih)”. Hal ini dimaksudkan agar kebersihan baik kebersihan lingkungan, akhlak spirtual maupun sistem pemerintahan dapat menjadi gerakan bersama. Termasuk rencana penyusunan Perda area bebas asap rokok.

Sementara itu, Ketua umum panitia, William P. Sabandar, M.Eng.Sc., Ph.D. dalam sambutannya mengajak para diaspora Toraja di berbagai tempat, untuk sama-sama berkolaborasi mengembangkan konsep wisata berbasis hutan dan sungai. Menurut William hal ini bisa diwujudkan dalam rangkaian kegiatan HUT Gereja Toraja. Supaya selepas Ibadah Raya II yang direncanakan akan dilaksanakan pada Juni 2025 di Hutan Tandung Nanggala, upaya pelestarian hutan dan sungai terus berjalan beriringan dengan dunia pariwisata. 

“Perlu melibatkan komunitas internasional, karena isu hutan merupakan isu internasional,” kata William. Ia juga mengajak seluruh dunia untuk melihat Toraja sebagai salah satu wilayah yang hutannya perlu mendapat perhatian yang serius. 

HUT Gereja Toraja yang mengambil tema lingkungan bukan baru kali ini saja. Tahun 2024 yang lalu, pada perayaan hari ulang tahun ke-77, Gereja Toraja mengadakan Festival Sungai Sa’dan dengan mengusung tema “Mengalir Sungai Kehidupan”. Kegiatan Ibadah Raya I saat itu berlangsung di To’Barana’ dan Karonanga Sa’dan Ulu Salu, serta pelaksanaan penanaman ribuan pohon dari hulu hingga hilir bantaran Sungai Sa’dan. 

Senin, 13 Januari 2025

Di balik tembok RS Elim Rantepao, Pelayanan Lebih dari Sekadar Pengobatan

“Selamat pagi, malapu’-lapu’ sia komi le’ Ambe’?” Pagi itu terdengar suara seorang pegawai menyapa pasien yang terbaring sakit di tempat tidur sedang ditemani keluarga yang menjaga. 

“Ada yang beda beberapa hari ini. Setiap pagi kita disapa oleh pegawai dan didoakan, ini pengalaman yang baru yang kami alami selama dirawat di tempat ini,” ucap salah seorang pasien.

Tahun 2025, Rumah Sakit Elim (RSE) Rantepao memiliki resolusi untuk terus berbenah menjadi lebih baik dalam melayani masyarakat. Memasuki minggu pertama 2025 ada yang baru yang terlihat dari aktivitas pegawai,  setiap pagi Pegawai RS Elim berkeliling masuk ke kamar-kamar pasien untuk berkunjung dan mendoakan mereka. Kegiatan ini dilakukan setiap hari setelah ibadah pagi pegawai. Layanan ini dikoordinir oleh Unit Kerohanian dan Pastoral. Layanan ini diberikan kepada semua pasien, baik pasien yang sedang dirawat inap maupun pasien yang dirawat di UGD, pasien yang rawat jalan di Poliklinik dan pasien yang sedang menunggu obat di Apotek. 

Suasana Doa Bersama di UGD Rumah Sakit Elim Rantepao (sumber : Aldriyanto Hendra)

RS Elim Rantepao adalah rumah sakit yang dianugerahkan Tuhan kepada Gereja Toraja secara khusus dan Masyarakat Toraja secara umum. Rumah Sakit ini merupakan Rumah Sakit tertua di Toraja, tercatat berdiri sejak tahun 1929. Kini pengelolaannya berada di bawah Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT). 

“Kami terus berupaya berbenah, memberi layanan terbaik bagi seluruh masyarakat. Salah satu upaya yang kami lakukan tahun ini melalui unit Kerohanian dan Pastoral yakni mengoptimalkan layanan kunjungan doa yang dilakukan setiap hari dan pembacaan renungan yang dapat didengarkan di kamar pasien setiap malam hari. Layanan ini sebenarnya bukan baru pertama kali, tetapi upaya ini merupakan peningkatan dari layanan sebelumnya yang hanya menyentuh pasien yang baru rawat inap di RS Elim Rantepao,” ungkap dr. Adrian Benedict Wijaya selaku Direktur RS Elim Rantepao.

“Semoga tetap kuat, Bapak/Ibu. Tetap sabar dan lekas sehat, Tuhan pasti menolong kita, Salama’!” Seorang pegawai mengakhiri kunjungan doa di kamar pasien.

 

Pewarta : Aldriyanto Hendra

Lahir di awal tahun 1968 dengan nama Bulletin Gereja Toraja.

Pengunjung :

  • Hari Ini: 10

  • Minggu Ini: 206

  • Bulan Ini: 253

  • Tahun Ini: 13.1rb

  • Total Kunjungan: 23.2rb

Social Media

Copyright Tutungan Bia' © All rights reserved | This is made by Denson Patibang

  • Terms of use
  • Privacy Policy
  • Contact